Just Another Usual Blog

Samudra Pasai terletak di timur laut aceh Lhakseumauwe (Aceh Utara) dan merupakan kerajaan kembar. Diperkirakan berdiri pada abad ke-13 sebagai hasil dari proses islamisasi daerah pantai yang pernah disinggahi para pedagang muslim pada abad ke-7, dan ke-8. Bukti adanya kerajaan ini adalah adanya nisan kubur terbuat dari granit asal Samudera Pasai. Dari nisan ini diketahui bahwa raja pertama meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 696 H bertepatan dengan 1297 M. Rajanya yang pertama bernama “Marah Siki” yang bergelar “Sultan Malik as Saleh”. Ia masuk Islam karena pertemuannya dengan Syeikh Ismail seorang utusan Syarif dari Mekkah.
Dari hikayat yang ada, tempat pertama kerajaan Samudera Pasai adalah di daerah Muara Sungai Peusangan. Sungai ini sangat panjang dan lebar, sehingga memudahkan kapal atau perahu mendayung ke pedalaman. Ada dua kota yang berseberangan dengan muara sungai ini, yaitu kota Samudera dan kota Pasai.
Ibnu Batutah menyatakan bahwa Islam sudah hampir seabad disiarkan di Pasai. Ketika itu Samudera Pasai diperintah oleh Sultan Malik al- Zahir. Menurut sumber-sumber Cina, pada awal tahun 1282 M kerajaan Samudera mengirim kepada raja-raja Cina duta-duta yang disebut dengan nama muslim yakni Husein dan Sulaiman. Ibnu Batutah meriwayatkan kesalehan, kerendahan hati dan semangat keagamaan rajanya seperti rakyatnya dengan mengikuti madzhab Syafi’i. Kerajaan Pasai juga merupakan pusat studi Islam dan tempat berkumpulnya para ulama’ dari berbagai negara Islam untuk berdiskusi tentang keagamaan dan perdamaian.
Secara ekonomi, kerajaan menyadarkan kepada kegiatan pelayaran dan perdagangan. Setiap kapal yang membawa barang dagangan dari negara Barat atau Eropa dikenakan pajak sebesar 6%. Kerajaan Samudera Pasai ditinjau dari segi geografis dan sosial ekonomi merupakan daerah penghubung antara pusat perdagangan di Indonesia, India, Cina dan Arab. Disini sudah dikenal mata uang dirham dengan nama raja-raja yang berkuasa. Dengan ditemukannya mata uang yang bergambar dan bernama raja-raja Pasai, maka dapat kamu ketahui nama raja dan urutannya sebagai berikut :
1) Sultan Malik al- Saleh sampai dengan tahun 1207 M
2) Muhammad Malik al- Zahir antara tahun 1297 – 1326 M
3) Mahmud Malik al- Zahir antara tahun 1326 – 1345 M
4) Mansur Malik al- Zahir antara tahun 1345 – 1346 M
5) Ahmad Malik al- Zahir antara tahun 1346 – 1383 M
6) Zain al- Abidin Malik al- Zahir antara tahun 1383 – 1405 M
7) Nahrasiyah tahun 1402 M
8) Abu Zaid Malik al- Zahir tahun 1455 M
9) Mahmud Malik al- Zahir antara tahun 1455 – 1477 M
10) Zain al- Abidin antara tahun 1477 – 1500 M
11) Abdullah Malik al- Zahir antara tahun 1501 – 1513 M
12) Zain al- Abidin antara tahun 1513 – 1524 M (Raja terakhir)
Kerajaan ini berlangsung sampai dengan tahun 1524 M. Pada tahun 1521 M ditaklukkan oleh Portugis yang menduduki selama tiga tahun. Kemudian tahun 1524 M dianeksasi oleh Raja Aceh, Ali Mughayatsyah. Selanjutnya kerajaan di bawah pengaruh kekuasaan kesultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: