Just Another Usual Blog

Kerajaan Gowa

Penyebaran Islam di sulawesi tidak lepas dari peranan Sunan Giri, karena santri-santrinya Sunan Giri banyak dari luar jawa, disamping itu sunan giri sengaja mengirimkan murid-muridnya berda’wah ke Madura, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, Bulih. Keberhasilan da’wahnya di Sulawesi adalah banyak orang Sulawesi yang beragama Islam dan berdirinya “Kerajaan Islam Gowa dan Tallo”.
Islam masuk ke Sulawesi melalui dua tahap. Pertama Islam disebarkan secara tidak resmi, artinya penyebaran Islam terjadi karena adanya penduduk setempat yang berdagang ke luar daerah dan bertemu dengan penduduk muslim dari luar Sulawesi. Kedua Islam diterima secara resmi oleh Raja Gowa dan Tallo pada tahun 1605 M.
Kerajaan Gowa dan Tallo adalah dua kerajaan yang berintegrasi menjadi kerajaan Makasar yang meliputi Bone, Wajo, Sopeng dan Lawu. Diantara raja yang pernah berkuasa di Gowa adalah Raja Daeng Manrabia yang bergelar Sultan Alaudin. Ia kemudian diangkat menjadi Raja Makassar. Sedangkan raja yang pernah berkuasa di Tallo adalah Krang Matoaya bergelar Sultan Abdullah sebagai Mangkubumi di Makassar.
Sultan Alaudin berkuasa sejak tahun 1571 – 1638 M, ia menata pemerintahan dengan baik dan cekatan agar tidak mudah diserang oleh musuh baik dari dalam maupun dari luar. Setelah Sultan Alaudin mangkat ia digantikan oleh Sultan Hasanudin. Sultan Hasanudin terkenal sebagai raja yang sangat pemberani. Ia memperluas ekspansinya sampai ke Flores dan Sumbawa. Dengan keberaniannya itu ia dijuluki sebagai ”ayam jantan dari timur”. Pada masanya kerajaan sudah mulai dijajah oleh Belanda. Namun dengan kekuatan pasukannya ia mampu mengusir Belanda. Akhirnya Belanda meminta bantuan kepada raja Bone. Dengan bantuan raja Bone inilah kerajaan Gowa Tallo akhirnya menandatangani perjanjian dengan Belanda. Perjanjin tersebut terjadi pada tahun 1667 yang isinya adalah menguntungkan pihak Belanda, karena Belanda mendapatkan bantuan dari kerajaan Bone.
Khatib Sulaiman yang menyebarkan Islam di Tanah Luwu berhasil mengislamkan Datu Luwu La Patiware Dg Parrebung, kemudian diberi gelar Sultan Muhammad. Khatib Sulaeman menyebarkan agama lebih menenkankan pada pengetahuan tauhid, yang diajarkan kepada masyarakat yang berkaitan pada kepercayaan Dewa Seuwae. Sebagai ganti Dewa Seuwae masyarakat diajarkan untuk mempercayai adanya Allah swt. Khatib Suleman meninggal di Luwu Utara dan dimakamkan di Desa Patimang sehingga juga disebut Dato Patimang.
Suasana masyarakat Sulawesi Selatan pada sekitar akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 sibuk mempelajari agama baru yaituIslam. Kala itu Islam disebarkan dan diajarkan oleh ketiga ulama dari Minangkabau, Dato Ri Bandang, Datok Ri Tiro, dan Dato Patimang. Ketiga penyiar Islam ini berkerja sama dengan bangsawan dan kerabat kerajaan di istana raja. Para bangsawan dan kerabat kerajaan berusaha secara berangsur-angsur mengetahui dan memahami ajaran-ajaran Islam melalui pengajian, pengkajian Al Quran, salat berjamaah, dan diskusi-diskusi.
Pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-10, di Sulawesi Selatan pernah menetapkan seorang dari Jawa bernama Anakoda Bonang yang membawa saudagar melayu Muslim yang memimpin perdagangan dari Pahang, Patani, Johor, Campa, dan Minangkabau. Rombongan Anakoda Bonang ini diberi hak istimewa oleh raja. Pada masa itu Sulawesi Selatan sudah menjalin hubungan dengan berbagai daerah di Sumatera, Jawa, Malaka, dan Hindia. Di Makassar, pada masa itu, sudah ada koloni dagang orang-orang asing dari daerah itu. Sehubungan dengan strategi orang-orang Melayu yang mendirikan kerajaan-kerajaan yang berpaham Islam di sekitar Pulau Jawa, dalam lontara di jelaskan, Raja Gowa ke-12, I Manggorai Daeng Mammeta Tunijallo (1565-1590) bersahabat baik dengan raja-raja di Pulau Jawa bagian barat. Raja Gowa memberikan fasilitas kepada para saudagar Muslim untuk menetap di sekitar Istana Kerajaan Gowa. Islam di Sulawesi Selatan mencapai puncak keemasannya sekitar awal abad ke-18 yang ditandai dengan berlakunya syariat Islam dalam berinteraksi sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: