Just Another Usual Blog

Kerajaan Demak

Islam masuk di pulau jawa tidak lepas dari peran para wali yang disebut Wali Songo yaitu Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Sunan Ampel / Raden Rahmat (putra Sunan Gresik), Sunan Bonang / Raden maulana Makdum Ibrahim (Putra Sunan Ampel /saudara sepupu Sunan Kalijogo), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Drajat (Raden Qosim atau Syarifudin atau Putra Sunan Ampel), Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid), Sunan Kudus (Ja’far Shodiq), Sunan Muria (Raden Umar Said), Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).
Perkembangan kerajaan Islam di Jawa bersamaan dengan kemunduran yang dialami oleh kerajaan Majapahit. Hal ini memberikan peluang kepada para penguasa Islam di pesisir untuk membangun pusat kekuasaan yang merdeka. Di bawah kepemimpinan Sunan Ampel Denta. Dengan peranan para mubaligh seperti walisongo maka masyarakat pulau jawa mayoritas memeluk agama Islam. Disamping itu keberhasilan da’wah para walisongo terbukti berdirinya kerajaan Islam pertama yaitu Kerajaan Demak. Wali sanga bersepakat mengangkat Raden Patah sebagai Raja pertama kerajaan Demak. Ia bergelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Raden Patah dalam memimpin kerajaan selalu dibantu oleh para wali sanga. Sebelumnya kerajaan Demak bernama Bintoro yang merupakan daerah kekuasaan Majapahit. Daerah ini lambat laun menjadi pusat kekuasaan Islam yang diselenggarakan oleh para wali.
Pemerintahan Raden Patah berlangsung mulai abad ke-15 sampai dengan abad ke-16. Ia adalah anak seorang Raja Majapahit dari seorang ibu muslim keturunan Campa. Setelah Raden Patah meninggal, ia digantikan anaknya bernama Pati Unus yang bergelar Pangeran Sabrang Lor. Waktu itu ia masih berusia 17 tahun. Tak lama setelah naik tahta ia berencana melakukan penyerangan terhadap Malaka. Semangat berperangnya semakin memuncak ketika Malaka ditaklukkan oleh Portugis pada tahun 1511. Namun pada tahun 1512 – 1513 tentaranya mengalami kekalahan yang sangat besar.
Pati Unus kemudian digantikan oleh Trenggono yang dilantik sebagai Sultan oleh Sunan Gunung Jati dan bergelar Sultan Ahmad Abdul ’Arifin. Ia memerintah mulai tahun 1524 – 1546. Pada masa sultan ketiga inilah Islam dikembangkan ke seluruh tanah jawa. Penaklukan Sunda Kelapa berakhir tahun 1527 yang dilakukan oleh gabungan pasukan Demak dan Cirebon dibawah pimpinan Fadhilah Khan. Majapahit juga diperkirakan jatuh bersamaan dengan penaklukan Sunda Kelapa. Kemudian pada tahun 1529 Demak berhasil menaklukkan Madiun, tahun 1530 (Blora), tahun 1531 (Surabaya), tahun 1535 (Pasuruan) dan antara tahun 1541 – 1542 (Lamongan, Blitar, Wirasaba) kemudian tahun 1544 (Kediri). Sementara daerah jawa tengah bagian selatan sekitar Gunung Merapi, Pengging dan Pajang berhasil dikuasai oleh pemuka Islam bernama Syeikh Siti Jenar dan Sunan Tembayat.
Pada tahun 1546 dalam penyerbuan ke kota Blambangan, Sultan Trenggono terbunuh dan digantikan adiknya bernama Prawoto. Masa pemerintahannya tidak lama, karena adanya pemberontakan dari adipati-adipati di kerajaan Demak. Pada tahun 1549 Sunan Prawoto dibunuh oleh Arya Penangsang dari Jipang. Dengan demikian berakhirlah kerajaan Demak dan dilanjutkan oleh Jaka Tingkir yang berhasil membunuh Arya Penangsang. Kemudian Jaka Tingkir mendirikan kerajaan Pajang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: